bisik dan perlawanan
mentari begitu inmdah
terbit dari ufuk timur
tersenyum dan menyapa dengan hangat
hingga dingin embun menjauh
dan mengisi hati dengan sebuah kehangatanm
hingga dunia bagai sebuah surga
yang terhampar segala kenikmatan
namun di sisinya ada sebuah keburukan
atas sebuah bisikan yang menghancurkan
meski di hangatkan mentari
dan di dinginkan oleh rintik hujan dan embun pagi
ia takkan lekang dari dalam diri
sebelum sebuah kehendak perlawanan itu ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar